Yang Beri Izin Seharusnya Introspeksi

Posted on

Lahiya.com – – Kedatangan 500 tenaga kerja asing atau TKA China di Kendari, Sulawesi Tenggara ditolak oleh masyarakat setempat. Bahkan, aksi demonstrasi sempat terjadi dan berujung ricuh pada Rabu (24/6) dini hari. 

Menanggapi itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, otoritas setempat yang memasukkan TKA ke PT Virtu Dragon Nikel Industrie (VDNI) Morosi, Kabupaten Konawe seharusnya lebih mawas diri dalam menghadapi penolakan. Dia menyebut sebaiknya dilakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum TKA diizinkan masuk ke Indonesia. 

“Semua pihak menahan diri, semua pihak kemudian introspeksi terutama bagi yang masukkin tenaga kerja. Kalau sudah keliatan penolakan begitu banyak, ya seharusnya kemudian introspeksi-lah,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (24/6). 

“Mungkin enggak banyak (TKA) yang dimasukkin atau kemudian lakukan sosialisasi,” sambung dia.

Saat ini, Dasco mengatakan keamanan masyarakat jauh lebih penting di tengah pandemi virus corona. Meskipun, kata dia, iklim investasi di negara tetap harus dijaga. 

“Kalau sudah ricuh begini semua repot, kita bukan enggak mikirin investasi tapi soal keamanan soal ketentraman soal masyarakat banyak itu juga penting,” tuturnya. 

Lebih lanjut, Waketum Gerindra itu menuturkan apabila pemerintah daerah Sultra dan DPRD menemukan kecacatan prosedur masuknya TKA China, sebaiknya segera ditindaklanjuti dengan baik. 

“Kalau DPRD temui (kecacatan prosedur) itu ya tindak lanjutin dong. Kan gampang itu kalau memang benar,” tandas dia. []