Hidup Sudah Susah, Diperas Lagi

Posted on

Lahiya.com – – Guna menekan angka penyebaran dan penularan Covid-19, pemerintah gencar melakukan tes cepat atau rapid test.

Namun, langkah pemerintah tersebut menuai kritik dari banyak pihak karena besarnya biaya rapid test yang harus dikeluarkan masyarakat yang harus membayar dari kantong pribadi.

“Saya kecam keras rapid test dijadikan ladang bisnis,” ujar sosiolog Musni Umar melalui akun twitter pribadinya, Rabu (24/6).

Rekor Universitas Ibnu Chaldun itu menjelaskan, bahwa banyak mahasiswanya yang terpaksa tidak bisa kembali ke Jakarta karena harus bayar rapid test.

“Rakyat sudah susah, hidupnya diperas lagi dengan bayar rapid test. Seharusnya gratis,” tegasnya.